√ Apa Itu Usus Buntu? Apa Penyebabnya? dan Apa Tanda-Tandanya, Mari Kita Bahas Disini


Tidak begitu banyak orang yang mengetahui apa itu penyakit usus buntu. Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang penyakit usus buntu, kita perlu mengenali fungsi dari organ usus buntu.

Usus buntu dan anak limpa dulu dianggap sebagai organ yang tidak memiliki manfaat dan sering dianggap merugikan karena memiliki potensi dapat menyebabkan radang usus buntu. Sesungguhnya organ usus buntu memiliki fungsi yang cukup penting bagi tubuh kita.

Organ usus buntu inilah yang memiliki peranan untuk menyimpan bakteri-bakteri yang baik untuk membantu proses pencernaan dalam mencerna makanan.

Seorang ahli anatomi tubuh manusia berkebangsaan Jerman, bernama R. Wiedersheim membuat sebuah jurnal tentang daftar organ-organ tubuh yang tidak berguna atau organ vestigial pada tahun 1985. Daftar tersebut meliputi 100 organ, termasuk organ usus buntu serta tulang ekor.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, ditemukan bahwa semua organ yang termasuk dalam daftar organ-organ yang tidak berguna yang dikeluarkan oleh R. Wiedersheim tersebut sesungguhnya memiliki berbagai macam fungsi yang sangat penting bagi manusia.

Organ usus buntu atau umbai cacing dalam sistem pencernaan manusia, yang dulunya dianggap organ yang tidak berguna, ternyata merupakan organ limfoid atau organ yang menghasilkan zat antikuman yang dapat melawan berbagai infeksi yang terjadi di dalam tubuh manusia.

Definisi dari penyakit usus buntu merupakan suatu kondisi dimana usus buntu atau appendix mengalami pembengkakan serta terisi oleh nanah. Appendix sendiri merupakan suatu organ yang menyerupai kantung berbentuk jari yang menonjol keluar dari usus besar pada bagian bawah sebelah kanan perut kita.

Penyakit usus buntu menyebabkan rasa nyeri yang dimulai dari bagian sekitar pusar lalu menjalar ke bagian bawah perut bagian kanan. Appendicitis umumnya akan meningkat pada 12 sampai 18 jam serta dapat menjadi sangat parah dengan cepat sekali.

Penyakit usus buntu dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang-orang yang berusia 10 hingga 30 tahun. Pengobatan yang biasa dilakukan untuk penyakit usus buntu hanya dengan cara mengeluarkan organ usus buntu dengan cara pembedahan.

Penyebab dari penyakit usus buntu, meliputi:

~ Adanya penyumbatan. Sisa-sisa dari makanan maupun kotoran dalam tubuh yang mengeras dan terjebak di dalam lubang pada rongga-rongga perut sehingga masuk dan mengisi appendix.

~ Infeksi. Penyakit appendicitis dapat terjadi karena adanya infeksi, misalnya infeksi pada gastrointestinal atau bisa juga karena adanya pembengkakan pada bagian yang lainnya pada sistem pencernaan.


Pada kedua kasus tersebut, bakteri akan menyerang dengan cepat, menyebabkan organ usus buntu mengalami peradangan serta terisi oleh nanah. JIka hal seperti ini tidak segera ditangani, maka organ usus buntu akan pecah.

Tanda-tanda dari penyakit usus buntu, meliputi:

  1. > Nyeri seperti gatal yang dimulai dari sekitar perut serta sering menjalar ke perut bagian kanan bawah
  2. > Nyeri yang sangat pedih dalam beberapa jam
  3. > Rasa kebal saat menekan perut bagian kanan bawah
  4. > Nyeri yang tajam saat bagian perut yang sakit ditekan
  5. > Rasa nyeri yang memburuk saat batuk, berjalan maupun bergerak
  6. > Mual-mual
  7. > Muntah
  8. > Nafsu makan hilang
  9. > Demam ringan
  10. > Konstipasi atau sembelit
  11. > Sulit buang angin
  12. > Diare
  13. > Pembengkakan pada bagian perut

Related Posts

Subscribe Our Newsletter